Jumat, 30 September 2016

Cerita memancing di Dermaga Blok Migas Pulau Marsela

Marsela atau Masela???? aahh apalah arti sebuah nama? "kata pepatah", tapi setelah sampai di Pulau Marsela yang digembar gemborkan Pemerintahan Pak Jokowi dan banyak perdebatan di mass media yang rencananya akan dibangun infrastruktur di Pulau tersebut karena terdapat kandungan Migas yang melimpah, saya mengira Pulau tersebut adalah Pulau Masela, tetapi oleh penduduk setempat sebutan itu salah, yang benar adalah Pulau Marsela, karena nama Marsela merupakan Leluhur atau Raja yang sudah menempati Pulau tersebut sejak jaman dahulu kala.

Peta Semarang - Blok Migas Pulau Marsela

Tampak lebih jelas Pulau Marsela

Lebih Jelas lagi




Cerita tentang Pulau Marsela sendiri akan saya ulas di lain kesempatan, karena pada kesempatan ini saya akan bercerita tentang kegiatan memancing saya di Pulau Marsela..

Let's go back to fishing story........
sebenarnya banyak tawaran dari penduduk sekitar untuk memancing ke tengah laut menggunakan sampan kecil atau speed boat, tetapi semua tawaran itu saya tolak. Kenapa??? pengalaman saya sewaktu di Tual Kei Kecil dengan naik sampan, semua peralatan pancing yang saya bawa tidak ada fungsinya sama sekali karena saya sadar penghuni ikan - ikan di Kepulauan Maluku Tenggara Barat sungguh luar biasa besar, sedangkan piranti yang saya bawa hanya sekelas "Zen Zagan Slow twitch PE 1-3" dengan dipadu Reel dengan besaran 4000 serta leader monofilament sekelas 25lbs serta hanya membawa umpan berupa spoon dengan berat 28gr s/d 39gr!!!!! hahahaha...

Untuk menuju ke Pulau Marsela dari Semarang kita harus terbang ke Ambon, dari sini kita harus terbang lagi menuju Pulau Saumlaki dan disini kita harus dan wajib mencari transportasi laut ke Pulau Marsela, karena untuk menuju ke Pulau ini jalan satu-satunya adalah melalui laut, cukup banyak Kapal Laut yang melayani rute Saumlaki ke Pulau Marsela terdapat baik Kapal Feri, Kapal Perintis Sabuk Nusantara 49, Sabuk 39, Kapal barang Inti Glory, Kapal barang Populair dan lain sebagainya akan tetapi dengan jadwal yang tidak menentu minimal 2-3 hari sekali rute ke Pulau Marsela.

Sabtu subuh 30 April 2016 dengan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 39 saya sudah tiba di Pulau Marsela, dermaga Pulau Marsela terletak di Kecamatan Latalola Besar, disini saya minta diantar oleh penduduk ke Mess teman yang ada di Desa Iwili yang berjarak kurang lebih 3 km dari dermaga.
Setelah Sabtu menyelesaikan segala tugas dan kewajiban saya di Pulau Marsela, hari minggu sore saya berangkat memancing ke Dermaga Pelabuhan Latalola Besar.

Minggu sore cerita sebenarnya dimulai.. hanya dari Dermaga saya memancing, dengan alat pancing seadanya mulai melempar umpan spoon saya, tidak sampai 5 kali lempar "ngeeeekk" reel berderit, hanya sesaat landed baby kerapu.. lempar beberapa kali lagi ngeeek lagi, tapi sayang cuma baby kerapu saja yang landed..

Hari berikutnya senin hingga rabu tiap pagi dan sore hari saya isi dengan kegiatan memancing di dermaga Pelabuhan, sayang karena piranti yang saya bawa kelasnya masih ecek - ecek hanya ikan berukuran kecil yang bisa landed, ukuran lebih diatas 2-3 kg selalu landed dengan menyisakan kepala saja karena walaupun di dermaga, masih terdapat ikan hiu dibawahnya

Baby Kerapu
















Baby kerapu


Kerapu landed cuma kepala


Kerapu Landed cuma kepala


                                                                                                              Pelabuhan Marsela


Pelabuhan Marsela



Pelabuhan Marsela


Dermaga Pelabuhan Marsela


Berikut penampakan videonya landed tinggal kepala






Beberapa kali mocel / lepas

Mocel lagi

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Mochammad Iksan
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top