Senin, 15 Agustus 2016

Jayapura - Kabupaten Sarmi via Jalur Darat

Sebenarnya sudah lama perjalanan saya disini, tepatnya pada tahun 2008 sudah 8 tahun yang lalu tapi saya mencoba untuk flash back lagi dan mungkin saja ada para blogger yang lain baru-baru ini sudah berkunjung ke Kabupaten Sarmi sehingga banyak perubahan yang terjadi di daerah tersebut.

Bulan Mei 2008 saya berangkat menuju Kota Jayapura dengan tujuan akhir Kabupaten Sarmi. Dari Jakarta menuju Kota Jayapura dengan penerbangan ditempuh dengan waktu kurang lebih 8 jam plus transit Makassar dan Biak.  Dari Jayapura menuju Kabupaten Sarmi pada waktu itu bisa ditempuh baik dengan menggunakan kapal laut, jalur darat dan penerbangan (perintis Merpati air)) dengan jadwal penerbangan seminggu satu kali pada hari Kamis seingat saya.

Waktu itu saya lebih memilih menggunakan jalur darat mengingat hari Senin pagi saya sudah sampai di Kota Jayapura, menunggu penerbangan perintis pada hari Kamis cukup lama. Singkatnya pada Selasa pagi, saya diantar oleh Pak Darwin menuju ke terminal bis Sentani. Dengan menggunakan "taksi" yang biasa penduduk Jayapura sebut saya berangkat menuju ke Kabupaten Sarmi.

Kata taksi disini jangan disamakan dengan taksi yang sama di Pulau Jawa. Taksi pada waktu itu di Jayapura adalah "taksi yang berbentuk kijang grand extra. long atau sejenisnya" sehingga bisa di isi hingga 9 penumpang dan penuh sesak pastinya. Selasa pukul 07.00 WIT saya sudah berangkat menuju ke Kabupaten Sarmi, dengan kapasitas 9 penumpang full bisa dibayangkan perjalanan darat yang saya lalui akan terasa cukup panjang dengan waktu tempuh 5,5 jam untuk sampai di Sungai Biri yang merupakan akhir dari perjalanan "taksi" tersebut dan saya harus meyeberangi Sungai Biri dan menggunakan armada yang lain untuk sampai ke Kabupaten Sarmi.

Kurang lebih pukul 12.15 saya tiba di pos pemberhentian terakhir di sungai biri. Selanjutnya saya menyeberang sungai menggunakan rakit bambu dengan biaya 10 ribu per kepala, tidak lama hanya 5 menit saya sudah tiba di seberang sungai. Sesampainya di seberang sungai biri, saya melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Sarmi dengan menggunakan armada Ojek yang kebetulan sekali baru saja mengantar orang dari Kabupaten Sarmi, daripada si tukang ojek tersebut pulang ke Sarmi tanpa penumpang, dia pun menawari saya untuk sekalian bareng menuju ke Sarmi. Skip skip deal saya pun setuju untuk membayar biaya ojek seharga 450 ribu hingga sampai ke Sarmi itupun belum termasuk biaya penyeberangan dengan rakit bambu di Sungai Bonggo (biaya motor 70 ribu dan per kepala 10 ribu). Kurang lebih pukul 12.45 saya berangkat menggunakan ojek motor menuju Kabupaten Sarmi, dan kurang lebih pukul 16.30 saya sudah tiba di Kabupaten Sarmi.

Suatu perjalanan yang luar biasa melelahkan dan cukup ngeri. Melelahkan karena selama di "taksi" penumpang full dan penuh sesak, perjalanan di dalam mobil kurang lebih 5,5 jam "mpet mpetan" dan "aroma khas" semerbak serta naik ojek selama kurang lebih 3,5 jam dengan tas travel diatas motor dan tas ransel yang saya gendong , ngeri juga karena menyeberang sungai Biri dan Sungai Bonggo yang notabene memiliki arus yang sangat deras dan langsung menuju ke muara lautan lepas selain itu naik ojek di tengah hutan kanan kiri pemandangan all in hutan semua yang diselingi sebelah kanan lautan lepas.

Tidak banyak foto yang bisa saya dapatkan waktu itu, mengingat pada tahun 2008 tersebut hp saya masih Nokia 7610 dengan kualitas kamera 2 Megapixels, hanya ada sedikit beberapa foto yang mewakili perjalanan saya dari Jayapura menuju ke Kabupaten Sarmi dan bagaimana kehidupan saya di Kabupaten Sarmi. Kurang lebih satu tahun hingga 2009 saya tinggal di Kabupaten Sarmi, dan hingga saat ini tahun 2016 didalam hati kecil saya ingin sekali berkunjung kembali dan bertemu dengan teman2 yang sudah seperti saudara saya sendiri di Sarmi.

Semoga impian saya untuk berkunjung lagi ke Kabupaten Sarmi bisa tercapai. Amiiin

Sedikit foto yang bisa saya publikasikan 

Saah satu jalan di Kabupaten Sarmi tahun 2008


Salah satu jalan menuju Kanto Bupati Sarmi 2008


                                                            Talud jalan di Kantor Bupati Sarmi 2008


Tiang Pancang di Kantor Bupati Sarmi 2008








 







Salah satu akses jalan Jayapura - Kabupaten Sarmi 2008


Salah satu akses jalan Jayapura - Kabupaten Sarmi 2008

 

Salah satu akses jalan Jayapura - Kabupaten Sarmi 2008



Salah satu akses jalan Jayapura - Kabupaten Sarmi 2008
















Proses pembangunan jalan di Kabupaten Sarmi



Proses pembanguan jalan di Kabupaten Sarmi

Hasil laut Kabupaten Sarmi 2008


Hasil laut Kabupaten Sarmi 2008


Bersama bos Yani 2008


                                                                           Bersama bos Ali 2008

Laut lepas Sarmi 2008


Laut lepas Sarmi 2008


Laut lepas Sarmi 2008

NB: Saya mohon kalau ada rekan blogger yang baru baru ini sudah pernah berkunjung ke Sarmi, mohon saya minta dikirimkan foto - foto tentang kondisi Sarmi yang terbaru. Terima Kasih :-)
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

6 komentar

  1. Memang perjalann k sarmi menakutkan sekali

    BalasHapus
  2. Perjalanan ke sarmi mmng seram dan mnakutkn sekali. Gk lg2 q ksna pke motor hiiiiiiiii ngri apa. Kapok q

    BalasHapus
  3. Perjalanan ke sarmi mmng seram dan mnakutkn sekali. Gk lg2 q ksna pke motor hiiiiiiiii ngri apa. Kapok q

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas gepenk tahun brp ke sarmi.. Ade pekerjaan apa disana..

      Hapus
    2. Skarang smua jalan sdah aspal.namun jembatan yg kurang bagus..itu pun sbagian

      Hapus
  4. Sya tinggal di desa mawes wares bonggo barat..di rumah pak kades..

    BalasHapus

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Mochammad Iksan
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top